
- Delegasi Dongguan, Tiongkok, menunjukkan minat untuk bekerja sama dalam pengembangan Pelabuhan Wanasari di Cilegon.
- Diskusi awal menunjukkan potensi kerja sama di sektor pelabuhan, dengan Dongguan mencari alternatif pelabuhan baru karena Tanjung Priok sudah terlalu padat.
- Peluang strategis ini bisa membuka akses investasi dan teknologi baru bagi Cilegon, serta memperluas jaringan perdagangan internasional.
Peluang kerja sama internasional kembali terbuka untuk Kota Cilegon.
Kali ini, delegasi dari Dongguan, Tiongkok, menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan Pelabuhan Wanasari yang dikelola PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Mulai Menjalin Komunikasi
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 31/07/2026, Direksi PCM, Muhammad Willy, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal.
Namun, menurutnya, ketertarikan delegasi Dongguan terhadap sektor pelabuhan terlihat cukup serius.
“Mereka datang membawa misi penjajakan kerja sama. Salah satu yang mereka tawarkan adalah konsep sister city. Dari diskusi tadi, yang paling banyak mereka tanyakan adalah mengenai pelabuhan,” ujar Willy kepada wartawan.
Potensi Pelabuhan Wanasari
Menurut Willy, Dongguan merupakan salah satu daerah industri besar di Tiongkok dan masuk dalam jajaran 10 besar kota industri terkuat di negara tersebut.
Kota itu juga dikenal sebagai pusat berbagai industri teknologi, termasuk manufaktur perangkat elektronik dan telekomunikasi.
Yang menarik, lanjutnya, Dongguan memiliki pelabuhan kontainer dengan kapasitas sekitar 4 juta TEUs per tahun.
“Memang tidak sebesar Tanjung Priok, tetapi untuk satu kawasan provinsi kapasitas itu sangat besar. Mereka melihat ada potensi keterhubungan dengan Cilegon,” katanya.
Alternatif untuk Tanjung Priok
Dalam pertemuan tersebut, PCM memaparkan potensi Pelabuhan Wanasari, termasuk kesiapan lahan sekitar 5 hektare yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas logistik dan perdagangan internasional.
Willy mengatakan, delegasi Dongguan bahkan menyinggung kondisi Tanjung Priok yang semakin padat, sehingga mereka mulai mencari alternatif pelabuhan baru yang lebih fleksibel.
“Mereka menyampaikan bahwa Tanjung Priok sudah sangat penuh. Kalau di sini bisa menjadi alternatif, menurut saya itu make sense dan realistis,” ujarnya.
Diskusi tentang Investasi
Ia menambahkan, selain sektor pelabuhan, delegasi Dongguan juga sempat mendiskusikan peluang kerja sama lain seperti pertukaran pelajar dan hubungan antardaerah.
Namun, fokus pembicaraan dengan PCM lebih banyak mengarah pada pengembangan pelabuhan dan konektivitas perdagangan.
Saat ditanya mengenai bentuk investasi yang ditawarkan, Willy belum bersedia menyampaikan angka maupun skema detail kerja sama.
Menurutnya, pembahasan masih terlalu dini untuk masuk pada tahap nilai investasi.
“Belum sampai ke sana. Untuk membangun terminal LNG saja hitungannya masih kompleks, apalagi ini baru pertemuan pertama dan belum tahu terminalnya seperti apa serta komoditas yang akan dikembangkan,” jelasnya.
Peluang Strategis untuk Cilegon
Meski demikian, ia menegaskan bahwa terdapat potensi saling melengkapi antara kedua pihak.
“Kita punya lahan. Mereka punya uang, teknologi, dan jalur perdagangan yang kuat dengan Tiongkok. Tinggal bagaimana nanti skemanya dikawinkan agar saling menguntungkan,” tegas Willy.
Delegasi Dongguan juga sempat menanyakan apakah terdapat komoditas dari Cilegon yang diekspor ke Tiongkok.
PCM memastikan bahwa aktivitas ekspor tersebut memang ada, meskipun data volume perdagangan masih perlu dibahas lebih lanjut secara terpisah.
Penjajakan ini dinilai dapat menjadi peluang strategis bagi Cilegon untuk memperkuat posisinya sebagai kota industri dan logistik di wilayah barat Pulau Jawa.
Jika berlanjut ke tahap konkret, kerja sama dengan Dongguan berpotensi membuka akses investasi baru, transfer teknologi, serta memperluas jaringan perdagangan internasional melalui Pelabuhan Wanasari.
Untuk sementara, PCM dan delegasi Dongguan akan melanjutkan komunikasi dan pertukaran informasi teknis sebelum menentukan langkah kerja sama berikutnya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (31/07/2026)