Muhidin Buka 33 Outlet Sempol Ayam, Ciptakan 400 Lapangan Kerja di Serang Banten

📌 Ringkasan Berita:
  • Muhidin, pengusaha dari Kota Serang, membuka usaha kuliner sempol ayam untuk menciptakan lapangan kerja di Banten.
  • Saat ini terdapat 33 gerobak sempol ayam yang beroperasi di Banten, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal.
  • Usaha ini menunjukkan respon pasar yang positif dengan omzet rata-rata Rp400 ribu per outlet per hari, meskipun baru berjalan enam bulan.

Pengusaha asal Kota Serang, Muhidin, sedang melakukan gebrakan dengan membuka usaha kuliner sempol ayam yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru buat masyarakat Banten.

Lapangan Kerja untuk Warga Banten

Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 28/07/2026, langkah yang diambil Muhidin ini bertujuan untuk memberi kesempatan kerja bagi warga yang membutuhkan, terutama dari Banten Selatan.

"Jadi intinya saya ingin memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, terutama yang memang membutuhkan," kata Muhidin kepada Bantenraya.com.

33 Gerobak Sempol Ayam

Hingga saat ini, ada 33 gerobak sempol ayam yang beroperasi di berbagai titik strategis di Provinsi Banten, dengan rincian 13 outlet di Kota Serang, 10 outlet di Kabupaten Serang, dan 10 outlet di Kota Cilegon.

Untuk mendukung operasional yang efisien, Muhidin juga menyediakan fasilitas tempat tinggal atau mes bagi karyawannya di ketiga wilayah tersebut.

"Memang, kebanyakan yang diserap berasal dari daerah Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, pokonya daerah Banten Selatan, tapi tetap terbuka untuk daerah Ibu Kota juga," imbuhnya.

Pindah dari Bisnis Bawang

Sebelum sukses dengan usaha sempol ayam, Muhidin sebelumnya berbisnis perdagangan bawang, tapi mengalami banyak kendala saat panen yang tidak menentu.

"Banyak banget kendala saat panen yang tak pasti memicunya untuk berinovasi dan saya putuskan untuk banting setir ke bisnis kuliner karena stabil dan bernilai sosial," cakap Muhidin.

Seluruh proses produksi sempol ayam dilakukan secara terpusat di kediamannya di Perumahan BMS sebelum didistribusikan ke 33 gerobak.

Usaha yang baru berjalan enam bulan ini menunjukkan respon pasar yang positif, di mana satu outlet bisa meraih omzet rata-rata hingga Rp400 ribu per hari.

Setiap gerobak beroperasi mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB, dan meskipun bisnisnya terbilang baru, Muhidin tetap memperhatikan kesejahteraan pekerjanya dengan sistem pengupahan yang jelas.

"Untuk karyawan, saat ini saya belum bisa bayar banyak, per bulan di angka Rp1,5 juta plus uang makan harian Rp17 ribu. Semoga ke depannya usaha ini bisa terus berkembang dan membawa manfaat bagi lebih banyak orang," kata Muhidin.

Perkembangan usaha ini menunjukkan komitmen Muhidin dalam membantu perekonomian lokal dan menciptakan peluang kerja. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenraya.com (28/07/2026)