
- Pemerintah Kota Cilegon akan meluncurkan program sekolah gratis untuk SD dan SMP swasta pada tahun 2027, didukung oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
- Program ini membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar dan dianggap penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
- NU mengingatkan perlunya regulasi dan sistem pembagian anggaran yang adil agar semua pihak dapat merasakan manfaat dari program ini.
Program Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta gratis yang bakal diluncurkan oleh Pemerintah Kota Cilegon di tahun 2027 dapet dukungan penuh dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Dukungan dari Organisasi Besar
Mengutip pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 28/07/2026, program ini diperkirakan bakal membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar.
Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk ningkatin kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon, Muhtar Maher, menegaskan bahwa Muhammadiyah sepenuhnya mendukung kebijakan sekolah gratis yang digagas oleh Wali Kota Cilegon.
Menurutnya, pendidikan adalah salah satu sektor utama dalam pembangunan manusia yang selaras dengan misi Muhammadiyah.
“Intinya kita membangun di bidang pendidikan dan kesehatan. Urgensi Muhammadiyah memang di situ, bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan SDM tentunya melalui pendidikan. Karena itu Muhammadiyah mendukung program sekolah gratis dari Wali Kota,” ujar Muhtar Maher saat dihubungi lewat telepon.
Pentingnya Regulasinya
Senada dengan Muhammadiyah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon, H. Erick Rebiin, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini.
Namun, ia mengingatkan supaya pemerintah mempersiapkan regulasi, mekanisme, serta sistem pembagian anggaran yang adil agar semua orang bisa merasakannya.
“Kalau kami di NU pada prinsipnya sangat setuju. Tetapi yang perlu disiapkan adalah metode dan pembagiannya yang merata serta adil. Jangan sampai ada ketimpangan fasilitas maupun kualitas pembelajaran di seluruh SD dan SMP,” kata Erick.
APBD Cilegon yang Mampu
Menurut Erick, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon yang cukup besar, alokasi Rp15 miliar untuk program pendidikan gratis bukanlah masalah yang susah untuk direalisasikan.
“Setahu saya Kota Cilegon mampu. APBD Kota Cilegon besar dan amanat anggaran pendidikan 20 persen dari APBD itu sangat fantastis. Kalau angka Rp15 miliar, saya pikir hal yang mudah dijangkau. Tinggal bagaimana niat pemerintah serta mekanisme dan regulasinya disiapkan dengan baik,” tegasnya.
Dukungan dari Muhammadiyah dan NU ini jadi sinyal kuat bahwa program SD-SMP swasta gratis yang tengah disiapkan Pemkot Cilegon punya legitimasi dari berbagai elemen masyarakat.
Program ini diharapkan bisa memperluas akses pendidikan dan meringankan beban ekonomi orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (28/07/2026)