
- Penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti mata lelah, nyeri leher, dan risiko obesitas.
- Kecanduan gadget mengganggu interaksi sosial anak, membuat mereka lebih memilih bermain gawai daripada berinteraksi dengan keluarga dan teman.
- Orang tua disarankan untuk mengurangi penggunaan gadget secara bertahap, mengajak anak beraktivitas positif, dan menetapkan aturan penggunaan yang konsisten.
Penggunaan gadget sekarang udah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak, dari nonton video sampai belajar.
Tapi, kalau dipakai berlebihan tanpa pengawasan orang tua, bisa berdampak buruk buat kesehatan dan perkembangan mereka.
Dokter Spesialis Anak dari Eka Hospital Cilegon, dr. Dianing Latifah, bilang kalau terlalu lama main gadget bisa bikin masalah kesehatan fisik.
Paparan layar yang berlebihan bisa bikin mata lelah, gangguan tidur, nyeri leher dan punggung, serta menurunnya aktivitas fisik yang berisiko obesitas.
Selain itu, perilaku dan interaksi sosial anak juga bisa kena dampak.
Banyak orang tua yang merasa kesulitan memisahkan anak dari gadget mereka.
Bahkan, ada anak yang sampai menangis, marah, atau tantrum saat gadgetnya diambil.
Menurut dr. Dianing, kecanduan gadget itu bukan cuma masalah durasi pemakaian, tapi juga perubahan perilaku anak.
"Anak yang kecanduan gadget biasanya kehilangan minat pada aktivitas lain, lebih memilih bermain gawai daripada berinteraksi dengan keluarga atau teman, sulit berkonsentrasi, serta menunjukkan emosi berlebihan saat akses gawai dibatasi," ujar dr. Dianing.
Kurangnya interaksi langsung ini bisa menghambat perkembangan komunikasi dan keterampilan sosial anak.
Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua saat anak mulai kecanduan gadget?
dr. Dianing menyarankan agar orang tua tidak langsung melarang atau memutus akses gadget secara mendadak.
Pembatasan yang terlalu drastis justru bisa bikin anak tambah resisten dan konflik.
Sebagai gantinya, ada beberapa langkah bertahap yang bisa diterapkan.
Kurangi Durasi Secara Bertahap
Langkah pertama adalah mengurangi durasi penggunaan gadget secara perlahan sambil menawarkan kegiatan menarik lainnya.
Ajak Anak Beraktivitas
Ajak anak untuk main di luar rumah, olahraga, baca buku, menggambar, atau melakukan kegiatan kreatif lainnya.
Semakin banyak aktivitas positif yang dilakukan, semakin kecil keinginan mereka untuk terus lihat layar.
Tetapkan Aturan Penggunaan Gadget
Buat aturan yang jelas dan konsisten, misalnya melarang penggunaan gadget saat makan, belajar, dan satu jam sebelum tidur.
Juga penting bagi orang tua untuk jadi teladan, karena anak itu cenderung meniru apa yang mereka lihat.
Aturan harus berlaku untuk seluruh anggota keluarga.
Tujuan utama bukan untuk menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi, tapi untuk mengedukasi mereka agar bisa menggunakannya secara sehat dan seimbang.
Kalau anak mulai menunjukkan gejala gangguan yang lebih serius, seperti insomnia parah atau penurunan prestasi belajar yang drastis, orang tua disarankan untuk segera konsultasi ke dokter spesialis anak.
Intervensi dini itu penting banget untuk mencegah masalah tumbuh kembang yang lebih serius.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: faktabanten.co.id (27/07/2026)