MTsN 1 Cilegon Gelar Haflatul Wada Angkatan ke-33 dengan Pesan Moral untuk Siswa

MTs Negeri 1 Kota Cilegon baru saja melaksanakan acara Haflatul Wada untuk peserta didik kelas IX Angkatan ke-33 Tahun Ajaran 2025/2026 dengan penuh suasana haru dan kebanggaan.

Refleksi dan Perpisahan yang Bermakna

Melansir pemberitaan dari kabarbahri.co.id pada 09/06/2026, acara ini bukan hanya sekadar seremoni perpisahan, tapi juga jadi momen reflektif untuk menandai berakhirnya proses pembinaan bagi para siswa.

Kegiatan ini mengusung tema “Mencetak Generasi Rabbani yang Cakap Digital dan Siap Menebar Manfaat di Era Global”, yang menonjolkan perjalanan tiga tahun pendidikan siswa dengan fokus pada akademik dan pembentukan karakter.

Menyerahkan Amanah Pendidikan

Kepala MTsN 1 Kota Cilegon, Edi Sudjarmanto, S.Pd., mengungkapkan bahwa esensi dari acara ini adalah tanggung jawab moral lembaga terhadap peserta didik dan keluarganya.

“Ketika awal masuk, peserta didik diserahkan oleh orang tua kepada kami untuk dididik dan dibina. Hari ini, melalui Haflatul Wada’, kami menyerahkan kembali anak-anak tersebut secara resmi kepada orang tua mereka,” ujar Edi di sela-sela acara.

Dia menegaskan bahwa pendidikan di madrasah lebih dari sekadar nilai akademik, melainkan bertujuan untuk membentuk pribadi yang memiliki akhlak mulia dan kesadaran spiritual yang kuat.

Kesiapan Menghadapi Era Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan yang mempengaruhi karakter dan moral.

Oleh karena itu, MTsN 1 Kota Cilegon menjadikan pendidikan spiritual sebagai landasan utama untuk pembentukan karakter siswa.

Berbagai kegiatan keagamaan seperti salat duha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an menjadi bagian dari kultur pendidikan yang diterapkan secara konsisten.

“Ini adalah upaya kami sebagai orang tua mereka selama berada di madrasah. Salat berjamaah, duha, dan tadarus merupakan benteng pertama sekaligus benteng terakhir bagi anak-anak. Harapannya, ke mana pun mereka melangkah, mereka akan selalu mengingat Allah SWT,” katanya.

Nilai-nilai spiritual ini dianggap penting untuk membentuk kesadaran moral yang menjadi panduan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Keberhasilan Melihat dari Akhlak

Dalam pesan perpisahannya, Edi menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kualitas akhlak yang dimiliki.

Dia mengingatkan para lulusan untuk selalu menjaga salat dan menghormati orang tua serta menjunjung tinggi etika dalam pergaulan.

“Pesan saya kepada anak-anak yang lulus, tetaplah menjaga salat dan akhlak kalian. Karena bagaimanapun hebatnya...”

Secara keseluruhan, acara ini menekankan pentingnya pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan spiritual.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: kabarbahri.co.id (09/06/2026)