
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Almarhumah Ruihah setelah insiden kebocoran gas LPG 3 kg yang mengakibatkan ledakan. Kompol M. Ridzky Salatun, Wakapolres Cilegon, datang untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka pada Minggu malam (7/6/2026).
Kunjungan Belasungkawa dari Wakapolres
Mengutip pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 07/06/2026, Wakapolres Cilegon, KOMPOL M. Ridzky Salatun, S.I.K., mengunjungi rumah duka Almarhumah Ruihah di Lingkungan Kramat Jati, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya korban yang disebabkan oleh insiden kebocoran gas yang terjadi beberapa waktu lalu.
Insiden Kebocoran Gas yang Mematikan
Almarhumah Ruihah mengalami luka bakar serius setelah ledakan yang terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Kebocoran pada regulator tabung LPG 3 kg membuatnya harus dirawat intensif di rumah sakit selama lebih dari sepekan. Sayangnya, ia menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (7/6/2026) pukul 08.00 WIB di RS Hermina.
Solidaritas dari TNI-Polri dan Bantuan untuk Keluarga
Dalam suasana penuh duka tersebut, kehadiran jajaran TNI-Polri di rumah duka diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Dandim 0623/Cilegon, LETKOL INF Imam Buchori, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Warnasari, AIPDA Mere Erlansyah, juga turut hadir. Selain doa, Wakapolres menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian Polres Cilegon terhadap musibah yang menimpa keluarga tersebut.
“Atas nama keluarga besar Polres Cilegon, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar KOMPOL Ridzky. Jenazah Almarhumah Ruihah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Lingkungan Kramat Jati, Kelurahan Warnasari.
Peristiwa ini jadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu cek kondisi tabung gas, regulator, dan selang LPG biar aman dan terhindar dari kecelakaan yang bisa berakibat fatal.
Tapi, kita juga harus kritis nih! Kecelakaan seperti ini menyiratkan adanya celah dalam regulasi dan pemantauan keselamatan. Apakah cukup hanya mengingatkan masyarakat tanpa ada tindakan konkret dalam pengawasan? Apakah pemerintah dan pihak terkait sudah melakukan yang terbaik untuk mencegah kejadian serupa?
Sumber: rubrikbanten.com (07/06/2026)