Banjir Melanda Perumahan Metro Cilegon

Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon mengakibatkan hampir seluruh kluster di Perumahan Metro terendam banjir. Kejadian ini dianggap sebagai yang paling parah sejak tahun 2019.

Awal Terjadinya Banjir

Salah satu warga dari kluster Royal Garden, Riki, menjelaskan bahwa banjir mulai menggenangi kawasan perumahan sekitar pukul 00.00 WIB, disebabkan oleh luapan sungai yang berada dekat lokasi. 

Sekitar pukul 01.30 WIB, tingkat air terus meningkat hingga mencapai ketinggian yang setara dengan pinggang orang dewasa.

“Ini pertama kali untuk kluster Royal di Perumahan Metro. Lebih parah dari 2019, jadi cukup lumayan parah,” ujar Riki saat ditemui di lokasi, Minggu (8/3/2026).

Evakuasi Warga yang Terdampak

Dengan kondisi air yang semakin tinggi dan berbahaya, banyak warga di kluster Royal Garden memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Sebagian ada yang mengungsi di fasum, mushola, dan ke rumah keluarga di luar Perumahan Metro. Beberapa tetap tinggal karena rumahnya bertingkat,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cilegon, Ade Mufrodi, membenarkan bahwa hampir semua kluster di Perumahan Metro Cilegon mengalami dampak dari banjir ini, yang merupakan yang terparah sejak tahun 2019. Ia menyebutkan bahwa ketinggian air di beberapa kluster mencapai antara 1 hingga 1,5 meter.

“Yang paling tinggi ada di kluster Cendana dan Royal. Di Florida juga sampai sekitar 1 meter 30 sentimeter,” ungkapnya.

Upaya Penanganan Warga

Meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa, pihaknya terpaksa meminta tambahan perahu karet dari Basarnas untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak dalam banjir. “Perahu karet kurang lebih sekitar enam sampai tujuh unit. Saya juga meminta bantuan lagi ke Basarnas untuk tambahan perahu karet dan mesin tempelnya,” jelas Ade Mufrodi.

Saat ini, petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Perumahan Metro Cilegon. Jumlah warga yang terdampak masih dalam tahap pendataan.



Sumber: bantennews.co.id (08/03/2026)