Wali Kota Resmikan Puskesmas 24 Jam, Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Dasar Warga Cilegon

Puskesmas 24 Jam Resmi Diluncurkan di Cilegon

Pemerintah Kota Cilegon terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warganya. Hal ini ditunjukkan dengan peluncuran Layanan Puskesmas 24 Jam yang diadakan di Puskesmas Cilegon pada Kamis, 26 Februari 2026.

Pentingnya Optimalisasi Pelayanan Kesehatan

Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, optimalisasi pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas. “Di masa kepemimpinan kami, insya Allah pelayanan kesehatan akan terus kita optimalkan. Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi seluruh jajaran yang hari ini hadir. Saya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga setiap lelah dalam menjalankan tugas pelayanan ini dibalas pahala oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Robinsar juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas pencapaian yang telah dirasakan masyarakat, termasuk dalam program Universal Health Coverage (UHC). 

Meski demikian, ia mengingatkan agar semua pihak tidak cepat merasa puas. “Ini baru permulaan. Kita harus terus melakukan evaluasi dan sosialisasi. 

Mengingat sekitar 90 persen pasien RSUD adalah pengguna BPJS, maka Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, khususnya Puskesmas, harus menjadi solusi utama sebelum masyarakat dirujuk ke rumah sakit,” tegasnya.

Sosialisasi Informasi Layanan Puskesmas 24 Jam

Wali Kota juga menekankan pentingnya agar layanan Puskesmas 24 jam diketahui oleh masyarakat luas. Ia mendorong agar setiap Puskesmas memasang penanda layanan 24 jam yang jelas dan memaksimalkan media sosial sebagai sarana informasi. “Jangan sampai kita punya program bagus, tapi masyarakat tidak tahu. Pemerintah harus hadir untuk semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Kuncinya sederhana, layani dengan hati dan senyum,” tambahnya.

Komitmen dari Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, dalam laporannya menyatakan bahwa peluncuran Puskesmas 24 Jam adalah langkah implementasi dari visi pembangunan kesehatan di Cilegon, yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Ratih menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Pemerintah Kota berkomitmen untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai program unggulan, termasuk pembukaan layanan persalinan dan IGD 24 jam di Puskesmas. “Alhamdulillah, program mendekatkan akses layanan kesehatan ini sudah mulai terjawab. Saat ini Puskesmas tidak hanya melayani persalinan 24 jam, tetapi juga IGD 24 jam yang sebelumnya hanya beroperasi pada jam kerja,” jelasnya.

Data Layanan Persalinan dan IGD 24 Jam

Ratih melaporkan bahwa layanan persalinan 24 jam telah diimplementasikan sejak Mei 2025, dimulai di tiga Puskesmas: Ciwandan, Pulo Merak, dan Cibeber, sebelum diperluas ke Puskesmas Cilegon dan Citangkil II. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 636 ibu melahirkan telah dilayani di Puskesmas 24 jam di Kota Cilegon.

“Dari total 636 persalinan tersebut, sebanyak 178 ibu melahirkan pada shift pagi, 180 pada shift sore, dan 278 pada shift malam. Data ini menunjukkan bahwa layanan 24 jam benar-benar membuka akses bagi ibu dan anak, terutama pada waktu-waktu darurat,” ungkapnya.

Selain itu, Ratih juga melaporkan bahwa layanan IGD 24 jam di Puskesmas sepanjang tahun 2025 telah melayani 27.550 pasien. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 7.489 pasien pada shift yang berbeda.



Sumber: krakataumedia.com (26/02/2026)
Produk Sponsor