
Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir di Cilegon
Pemerintah Kota Cilegon segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kerusakan infrastruktur akibat banjir di beberapa wilayah. Sebanyak 16 titik tembok penahan tanah (TPT) yang mengalami kerusakan direncanakan untuk diperbaiki pada bulan Februari ini.
Upaya Perbaikan Secepatnya
Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengungkapkan bahwa keputusan untuk melakukan perbaikan secara cepat diambil dalam rapat penanganan pascabanjir.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, dan melibatkan beberapa dinas terkait yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“Kurang lebih ada 16 lokasi dengan variasi kerusakan. Data sudah kami terima dari lurah dan camat, sekarang Dinas PU sedang menghitung kebutuhan teknis dan anggaran,” kata Aziz kepada Diskominfo Statistik dan Persandian pada Rabu, 18 Februari 2026.
Proses Perbaikan yang Efisien
Aziz menegaskan bahwa perbaikan tidak akan memakan waktu lama. Pekerjaan akan dilakukan secara paralel agar seluruh titik dapat segera diperbaiki dan fungsi saluran air kembali normal.
“Kalau kerusakannya hanya beberapa meter, dua minggu bisa selesai. Karena dikerjakan paralel, targetnya satu sampai dua bulan sudah tuntas,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa perbaikan TPT menjadi prioritas utama agar aliran air tidak terhambat dan untuk mengurangi risiko terjadinya banjir susulan. Sementara itu, anggaran yang digunakan saat ini berasal dari pos pemeliharaan rutin.
“Apabila dalam perhitungan teknis anggaran tersebut belum mencukupi, Pemkot membuka opsi perubahan parsial untuk menutup kekurangan kebutuhan biaya,” terangnya.
Pembenahan Saluran oleh Sektor Industri
Selain penanganan dari pemerintah, pihak industri juga diharapkan untuk melakukan perbaikan saluran di area masing-masing.
Aziz menyatakan bahwa normalisasi dan peningkatan dimensi saluran di kawasan industri, termasuk Ciwandan, sudah mulai dilaksanakan.
“Upaya normalisasi saluran air di area industri pun sedang berjalan,” tuturnya.
Pencegahan Genangan Akibat Air Laut Pasang
Aziz juga mengakui bahwa fenomena air laut pasang menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di beberapa lokasi. Ke depan, Pemkot Cilegon akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan penambahan pintu air untuk mencegah aliran balik dari laut ke darat.
“Mudah-mudahan dengan langkah cepat ini, infrastruktur kembali optimal dan banjir tidak terulang,” tutupnya.
Sumber: krakataumedia.com (18/02/2026)